♔Apa salah kami ? :'(♔
Sunday, July 8, 2012 | 9:40 AM | 0 love drops
A S S A L A M U A L A I K U M
Hari ni shera tak pergi sekolah . Bangun lambat :D Penat sangat . Tadi blogwalking . Shera ada baca luahan hati satu blog ni . Serius shera nangis :'( Sedih sangat . Dah . Baca dekat bawah . Abaikan gambar di atas . *takde perasaan*
' Apa salah kami ? '
Kehadapan ayah yang selalu dirindui ,
Ayah , ampunkan dosa along . Along sedar along banyak buat ayah kecewa , sedih dengan sikap along , selalu merungut . Along kasar dengan ayah , along tak hormatkan ayah , along tak hargai apa yang ayah lakukan . Maafkan along :’( Tapi ayah , along tak mampu untuk berlakon lagi . Along penat untuk paksa hati along lupa akan luka dulu . Hati along terlalu sakit dengan kelakuan ayah . Apa salah kami , ayah ? Dulu ayah tak macam ni . Segarang ayah , semarah ayah , ayah takkan abaikan kami . Duit sekolah kami cukup . Bila malam , ayah akan cuba untuk balik awal , kita makan sama – sama . Bila tiba hari minggu , kita spent time dengan berkebun , tengok movie dengan layar putih ;D Indah sangat :’) Sehingga satu tika itu , ayah seakan lupa kami , ayah seakan benci kami . Ayah selalu pulang lambat . Kadang – kadang sampai pukul lima pagi . Banyak sangat kah kerja ayah sehingga ayah jadikan rumah ini seperti hotel ? Even ayah balik awal , hari – hari itu hanya dipenuhi dengan amarah . Semestinya ibu yang menjadi mangsa amarah ayah . Semua yang ibu lakukan , tidak kena di mata ayah . Ibu Cuma tanya ayah dah makan atau belum , itu pun ayah tengking . Apatah lagi kalau ibu tanya kenapa ayah selalu pulang lambat , pasti ayah lakukan lebih dari sekadar tengkingan . Dan kami yang menjadi saksi . Kenapa ayah ? Apa salah ibu ? Along tahu , meski ibu kelihatan tenang saja , tapi dalam hati ibu , ibu menangis :’(
Ayah , angah dengan acik selalu tanya along , ‘ Ayah tak sayang kita dengan ibu lagi kan ? Ayah dah benci kita kan ? Acik dengan angah benci ayah ! ‘ Apa along nak jawab , ayah ? Mereka bukan budak lima tahun yang tak pandai menilai . Kami semakin membesar . Kami perlukan bimbingan ayah . Apatah lagi angah . Dia lelaki , mana nak dengarnya kata ibu . Ayah , kami tak pernah minta lebih . Kami tak minta ayah ada di sisi kami 24 jam . Kami tak minta ayah turuti segala permintaan kami , melayan segala karenah kami . Tapi cukuplah andai dengan masa yang ayah ada , kita habiskan tanpa ada kemarahan . Sejak ayah berubah , saban hari nama ayah kami sebut . Kami berharap ayah berubah . Kami berdoa agar ayah kami yang dulu akan kembali :'] Kadang – kadang , hadir perasaan benci dalam hati along . Along masih ingat , satu hari tu tayar kereta ibu pancit . Dalam keadaan hujan lebat , ibu tetap teruskan perjalanan untuk ambil along dan angah . Alhamdulillah , ibu selamat sampai . Ibu call ayah untuk pertolongan . Tapi satu call pun ayah tak angkat . Mungkin ayah dalam meeting . Tak sampai beberapa minit , ayah call balik . Dan seperti biasa , selesai aje ibu jelaskan apa yang berlaku , ayah marah ibu . Kata – kata ayah , kasar sangat sehingga along dengan ibu tak dapat tahan lagi dah . Kami nangis saat itu jugak . Sampai hati ayah :’( Saat kami perlukan ayah , ayah takde di sisi . Malah yang amat memilukan along , ayah tambahkan kesedihan kami dengan kata – kata ayah .
Ayah sedar tak anak ayah yang sulung ni akan duduki peperiksaan besar tahun ni ? Angah akan duduki SMU dan acik akan duduki PMRU . Tak lama lagi , kami akan pergi jauh untuk menuntut ilmu . Kami akan tinggalkan ayah dan ibu . Tapi kalau macam ni sikap ayah , bagaimana kami ingin banggakan ibu dan ayah ? Macam mana kami nak tinggalkan ibu dengan ayah ? :'( Ayah , along rindukan ayah yang dulu . Along rindu ayah peluk along . Along rindu ayah usap kepala along . Along rindu saat ayah teman along study malam – malam . Along rindu ayah . Along rindu sangat . Ibu , angah acik teramat rindukan ayah . Ayah , pulanglah . Kembalilah ayah , sebelum ayah kehilangan kami . Sebelum dan kami pergi jauh dari hidup ayah . Persis seperti yang ayah inginkan :']
Yang merindu ,
Anakmu .
Labels: O R A N G M I N Y A K
Hearts, Nur Shahirah
